Jumat, 09 Januari 2015

Indonesia ke Myanmar : Singapore Airlines SQ 967 Economy Class Boeing 777-200 Jakarta - Singapore

SQ Stewardess & Me
Rabu, 30 Desember 2014 setelah jam pulang kantor pukul 16:00 saya langsung naik taksi menuju Soekarno-Hatta International Airport, Jakarta. Ini adalah pertama kalinya saya terbang menggunakan Singapore Airlines, salah satu maskapai bintang lima. Perjalanan kali ini juga merupakan perjalanan saya ke Singapore pertama kali sejak pindah ke Jakarta tahun 2012. Tak terasa sudah empat tahun lebih saya tidak jalan-jalan ke Singapura. Padahal dulu sewaktu masih bekerja di sebuah perusahaan minyak Amerika di Riau saya paling tidak dua tahun sekali ke Singapura, karena penerbangan yang cukup singkat hanya 45 menit dari Pekanbaru. Terakhir ke Singapura sebelum Universal Studio dan Ion Orchad mall dibuka. Ini adalah rangkaian awal dari perjalanan liburan saya ke Myanmar untuk merayakan pergantian tahun baru.
Jakarta Airport dalam masih dalam suasana Christmas
Check In

Penerbangan saya malam itu pukul 20:20 malam dengan menggunakan pesawat Boeing 777-200 series. Setelah satu jam perjalanan melewati jalan tol akhirnya saya sampai juga di airport. Beruntung saya sudah instal aplikasi SQ Mobile di iPhone saya, sehingga saya sudah bisa melakukan online check in dan memilih tempat duduk sehari sebelumnya. Dan tentunya saya memilih window seat. Meskipun sudah melakukan online check in saya tetap harus melapor ke konter check in untuk mendaftarkan bagasi saya. Meskipun penerbangan lanjutan ke Myanmar masih besok pagi, bagasi saya akan otomatis diteruskan ke penerbangan berikutnya dan tidak harus mengambilnya di Changi Airport terlebih dahulu.

Drop Baggage counter
My boarding pass Jakarta-Singapore and Singapore-Yangon

Great Indonesian Restaurant

Sambil mining take off saya mampir di Great Indonesian Restaurant yang baru saga di renovasi. Restoran ini baru saga di renovasi dan terletak di Handricraft Centre Terminal 2E Soekarno-Hatta International Airport. Saya memesan minuman lime and lemon grass mojito, chicken cream soup dan grilled banana with cheese and chocolate.

Great Indonesian Restaurant
Lime and Lemongrass Mojito
Cream Chicken Soup
Grilled Banana with Cheese and Chocolate
Boarding

Setelah cukup kenyang dan sudah pukul 19:10 malam saya segera jalan kaki dari Great Indonesian Restaurant di Terminal 2E ke Gate D1. Suasana natal masih menghiasi Soekarno-Hatta Airport. Ornamen dekorasi bernuansa natal seperti Sinterklaas, pohon natal dan rumah bersalju menjadi objek foto pengunjung.  Akhirnya setelah sampai security check di Terminal D kami dapat info kalau gate untuk penerbangan saya diubah ke Terminal E karena ada keterlambatan flight Emirates. Akhirnya saya jalan cepat balik ke Terminal E lagi. Sampailah saya di ruang tunggu dan masih sepi.
Boarding Room 
Boarding time sudah lewat dan kami satu persatu memasuki pesawat. Kesan pertama saya, interior pesawat Singapore Airlines sangat elegan dengan balutan warna kursi coklat dan coklat muda. Sandaran kepala yang dilapisin bahan kulit dan karpet yang senada menambah kenyaman. Ornamen-ornamen natal juga dipajang di dekat jendela. Christmas on the sky.
Suasana Natal di Dalam Kabin
Economy Class Cabin Singapore Airlines Boeing 777-200
Economy Class Seat
Susunan kursi di kelas Ekonomi adalah 3-3-3 kecuali dua baris yang paling belakang yaitu 2-3-2. Saya memilih kursi dua dari belakang waktu itu, jadi terkesan lebih nyaman dan lapang. Sedangkan untuk kelas bisnis adalah 2-2-2.
Economy Class Cabin Singapore Airlines Boeing 777-200


Inflight Service

Jumlah penumpang malam itu sangat sedikit, keterisian pesawat hanya sekitar dibawah 20 persen dari kapasitas kursi. Pramugarinya sangat ramah dan sangat personal menyapa dan berbincang dengan saya. Handuk kecil hangat diberikan ke setiap penumpang sebelum terbang. Layar hiburan tersedia untuk setiap penumpang dibelakang kursi di depan kita. Namun, layar ini belum touchscreen, jadi untuk mengoperasikannya harus dengan joystick. Bantalnya juga sangat nyaman dan lembut. Untuk penerbangan ini diberikan earphone kecil seperti earphone di handphone.

Hot towel before take off & Entertaiment Screen
Pillow



Earphone
Pilihan koran lokal berbahasa Inggris seperti Jakarta Globe dan Jakarta Post tersedia sebelum berangkat. Inflight magazine dengan nama Silverkris menghadirkan berbagai artikel traveling yang bagus, namun jumlahnya masih lebih sedikit dari Colour Magazine Garuda Indonesia.  Selain itu berbagai majalah bisnis dan fashion juga tersedia sepersi Business Traveller, Forbes, Conde Nast Traveler 
Pilihan Bacaan di dalam pesawat
Conde Nast Traveler
Food & Beverages

Untuk menu makan malam itu saya memilih Beef Lasagna. Rasanya sangat enak, mungkin lasagna terenak yang selama ini. Teksturnya lembut dan dagingnya banyak. Lasagna ini disajikan dengan wortel dan brokoli rebus. Untuk minuman sudah tersedia orang juice dalam kemasan, pilihan tea atau kopi dan red wine atau white wine. Saya memilih mencoba red wine malam ini. Untuk dessert disajikan pudding, namun rasanya biasa saja. 

Inflight Meal Singapore Airlines Economy Class Jakarta-Singapore
Hot Tea on the sky
Red Wine
Pudding for Dessert
Landing - Singapore Changi Airport

Setelah terbang selama 1 jam 20 menit akhirnya saya mendarat di Changi Airport. Terakhir saya menginjakan kaki disini tahun 2010. Sebelum keluar pesawat pramugarinya sangat ramah mau mengambil foto saya dan mau diajak foto bareng.

Thanks SQ for nice and safe flight 
Welcome to Changi Airport
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan saya akan transit disini sekitar 6 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Yangon besok pagi. Suasana airport uang cukup sepi malam itu. Saya berjalan melewati beberapa boarding room yang kosong dan beberapa sudah tidak nyala lagi lampunya. Namun, Changi tetap memberi keramahan dan kenyamanan buat para pelancong.

bersambung...

1 komentar:

nining handayanis mengatakan...

info ke sg pertama kali
cocok buat backpacker nih
thanks infonya